

Tuban, 22 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kemampuan menulis santri, 1 guru dan 9 santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban mengikuti Workshop Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Tuban yang diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.
Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Kembali Tutur Leluhur: Merawat Peradaban Tuban Lewat Untaian Pena” ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, dan Ikatan Guru Penulis Tuban (IGPT). Workshop menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya Irma Putri Kartika, S.H., M.H. selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum. selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Sriyatni, M.Pd. selaku Ketua Ikatan Guru Penulis Tuban, serta Gol A Gong, Duta Baca Indonesia 2021–2026.
Delegasi MA Sains Bina Insan Kamil Tuban dipimpin oleh Ustadzah Fara Dilla Silvi Wulandari, S.Pd. sebagai guru Bahasa Indonesia dan pendamping bersama 9 santri yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh materi mengenai teknik penulisan cerita rakyat, eksplorasi kearifan lokal, penyusunan alur cerita, penguatan karakter tokoh, hingga strategi mengangkat legenda dan tradisi lisan menjadi karya tulis yang menarik dan bernilai edukatif.
Keikutsertaan guru dan para santri ini merupakan bagian dari komitmen MA Sains Bina Insan Kamil Tuban dalam mengembangkan Madrasah Literasi yang mendorong lahirnya generasi penulis muda berkarakter, kreatif, dan peduli terhadap pelestarian budaya bangsa. Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya dilatih kemampuan menulis, tetapi juga diajak mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya lokal Kabupaten Tuban melalui karya sastra.
Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Dr. (C) Teguh Pambudi Agung, M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan guru dan santri dalam workshop tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat penting untuk memperkaya wawasan literasi sekaligus menumbuhkan semangat berkarya.
“Cerita rakyat merupakan identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui workshop ini, kami berharap guru dan santri mampu menghasilkan karya-karya berkualitas yang mengangkat kearifan lokal Tuban, sehingga budaya daerah tetap hidup melalui tulisan-tulisan inspiratif.”
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa partisipasi dalam kegiatan literasi seperti ini merupakan implementasi nyata dari program unggulan MA Sains Bina Insan Kamil Tuban dalam membangun budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis. Diharapkan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat menjadi bekal bagi para santri untuk menghasilkan karya sastra yang membanggakan serta mengharumkan nama madrasah di tingkat regional maupun nasional. (t)


Tinggalkan Balasan