MA Sains Bina Insan Kamil Menggelar Program Tadarus Bersama

Tuban — Dalam rangka menghidupkan syiar Islam serta mengoptimalkan keberkahan bulan suci Ramadan 1447 H, MA Sains Bina Insan Kamil Tuban menyelenggarakan Program Tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh santri kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan madrasah yang terintegrasi dengan penguatan karakter religius serta pembiasaan budaya Qur’ani di lingkungan pendidikan.

Program tadarus dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Seluruh santri dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terstruktur dan didampingi oleh guru pembimbing. Pendampingan tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran bacaan, ketepatan makhraj dan tajwid, serta menjaga kekhusyukan dan adab dalam membaca Al-Qur’an.

Sebagai bentuk penguatan program, kegiatan ini dibarengi dengan gerakan “One Day One Juz” secara kolektif. Melalui sistem pembagian juz yang terkoordinasi, setiap kelompok memperoleh bagian bacaan yang berbeda sehingga dalam satu hari seluruh warga madrasah mampu menyelesaikan 30 juz Al-Qur’an. Dengan demikian, setiap harinya madrasah berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak satu kali.

Program ini tidak hanya berorientasi pada kuantitas bacaan, tetapi juga menekankan kualitas interaksi santri dengan Al-Qur’an. Selain membaca, santri juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman melalui refleksi singkat serta pembiasaan sikap tadabbur terhadap ayat-ayat yang dibaca. Hal ini sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang unggul dalam bidang sains dan teknologi, namun tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Kepala madrasah dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan. “Melalui program Tadarus Bersama dan One Day One Juz ini, kami berharap para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an sehingga nilai-nilainya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Antusiasme para santri terlihat dari konsistensi kehadiran dan kesungguhan dalam mengikuti setiap sesi tadarus. Suasana religius yang tercipta selama Ramadan turut memperkuat ukhuwah antara santri dan guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan penuh keberkahan.

Melalui program ini, madrasah menegaskan komitmennya dalam membangun budaya Qur’ani yang berkelanjutan. Diharapkan, kebiasaan membaca Al-Qur’an yang telah terbangun selama Ramadan dapat terus dilanjutkan di luar bulan suci, sehingga lahir generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *