Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Serahkan Buku Karya Santri dan Asatidz kepada Ketua PCNU Tuban

Tuban – Sebuah buku tidak hanya menyimpan tulisan, tetapi juga merekam proses belajar, keberanian menuangkan gagasan, dan jejak orang-orang yang berada di balik lahirnya sebuah karya. Hal itulah yang dibawa MA Sains Bina Insan Kamil Tuban saat menyerahkan buku karya santri dan asatidz kepada Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban, KH. Ahmad Damanhuri, pada Kamis (17/9/2026).

Buku berjudul “Merawat Kemerdekaan & Menjemput Masa Depan” tersebut diserahkan langsung oleh Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Ustadz Teguh Pambudi Agung, M.Pd. Buku ini merupakan kumpulan karya para santri dan asatidz yang lahir dari semangat literasi di lingkungan madrasah.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi MA Sains Bina Insan Kamil Tuban untuk memperkenalkan karya warga madrasah kepada salah satu tokoh Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tuban. Sebelumnya, buku yang sama juga telah diperkenalkan dan diserahkan kepada sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan di Kabupaten Tuban.

Bagi madrasah, karya tersebut bukan sekadar hasil penerbitan. Di dalamnya terdapat tulisan yang lahir dari proses membaca, berpikir, kemudian mencoba menyampaikan gagasan melalui bahasa. Karena itu, penyerahan buku kepada KH. Ahmad Damanhuri menjadi bagian dari perjalanan karya tersebut untuk hadir di ruang yang lebih luas.

“Buku ini adalah bagian dari proses belajar para santri dan asatidz. Kami ingin karya mereka tidak berhenti menjadi tugas atau sekadar tersimpan di perpustakaan, tetapi dapat dikenal, dibaca, dan menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas,” ujar beliau.

Ia menambahkan, budaya literasi di madrasah dibangun dengan memberikan ruang kepada santri untuk menghasilkan karya. Menurutnya, kemampuan menulis tumbuh dari kebiasaan membaca, keberanian menyampaikan gagasan, serta kesempatan untuk terus mencoba.

“Ketika sebuah tulisan sampai kepada orang lain, di situlah proses belajar menemukan maknanya. Kami berharap para santri semakin percaya diri untuk berkarya dan memahami bahwa apa yang mereka tulis hari ini dapat menjadi jejak yang berarti di kemudian hari,” lanjutnya.

Penyerahan buku kepada Ketua PCNU Tuban tersebut sekaligus mempertemukan karya literasi madrasah dengan lingkungan masyarakat yang lebih luas. Buku karya santri dan asatidz pun tidak berhenti sebagai dokumentasi internal, tetapi menjadi salah satu cara MA Sains Bina Insan Kamil Tuban memperkenalkan gagasan dan budaya literasi yang tumbuh di lingkungan madrasah.

Bagi para penulis muda di dalamnya, setiap buku yang berpindah tangan membawa satu pengalaman baru: bahwa tulisan yang lahir dari ruang kelas dapat menemukan pembacanya di luar ruang kelas. (f)