Santri MA Sains BIK Menembus Panggung Duta Siswa Kabupaten Tuban

TUBAN — Ada banyak cara untuk membawa nama madrasah ke ruang yang lebih luas. Bagi Nadliva Linaylil Khusna, salah satunya adalah dengan melangkah ke panggung Duta Siswa Kabupaten/Kota 2026 dan pulang membawa gelar Duta Siswa Tuban 2026.

Santri kelas XI Al Battani MA Sains Bina Insan Kamil Tuban itu berhasil terpilih sebagai Duta Siswa Tuban 2026 dalam ajang pemilihan Duta Siswa Kabupaten/Kota 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Lingkar Inspirasi Bangsa dengan dukungan Regional Director, Branch Director, serta Koordinator Wilayah/Daerah.

Predikat tersebut tidak sekadar tersemat pada selempang yang dikenakan Nadliva. Di baliknya, ada ruang bagi seorang santri untuk menunjukkan keberanian, kemampuan membawa diri, serta kesiapan menjadi representasi generasi muda di tengah masyarakat.

Bagi Nadliva, pengalaman tersebut menjadi bagian baru dalam perjalanan pengembangan dirinya. Ia tidak hanya hadir sebagai peserta dari sebuah madrasah, tetapi juga membawa identitas sebagai santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban dalam sebuah ajang yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah.

Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Ustadz Teguh Pambudi Agung, M.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian Nadliva menjadi gambaran bahwa ruang tumbuh santri tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

“Menjadi duta bukan hanya tentang bagaimana seseorang tampil di depan orang lain, tetapi juga bagaimana ia membawa sikap, nilai, dan tanggung jawab ketika berada di tengah masyarakat. Kami berharap pengalaman Nadliva ini menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberi manfaat di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Prestasi Nadliva sekaligus menambah warna dalam deretan capaian santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban. Dari ruang kelas hingga panggung kompetisi, setiap kesempatan menjadi bagian dari proses santri untuk menemukan potensi dan keberaniannya sendiri.

Selempang Duta Siswa Tuban 2026 yang kini dikenakan Nadliva pun menjadi penanda sebuah langkah baru. Bukan akhir dari pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus belajar, berproses, dan membawa nama baik madrasah dalam setiap kesempatan. (f)