TUBAN — Sebuah meja, dua orang yang saling berhadapan, dan sederet pertanyaan dalam bahasa Inggris menjadi pengalaman baru bagi santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban. Dalam English Project: Job Fair bertajuk “Dream Big, Speak English, Get Hired!”, ruang belajar menjelma menjadi tempat latihan menghadapi salah satu tahapan penting dalam dunia kerja: wawancara.
Bagi para santri, kegiatan ini bukan sekadar kesempatan menjawab pertanyaan dalam bahasa asing. Mereka ditantang untuk menyampaikan gagasan dengan jelas, menunjukkan kepercayaan diri, serta membangun komunikasi yang baik di hadapan pewawancara. Bahasa Inggris yang selama ini dipelajari di kelas pun mendapat ruang untuk digunakan dalam situasi yang lebih nyata.
Ada hal menarik dalam pelaksanaan proyek ini. Para wali santri turut hadir sebagai interviewer yang mengambil peran layaknya pewawancara profesional. Kehadiran mereka menghadirkan suasana wawancara yang lebih autentik sekaligus mempertemukan dua ruang pendidikan yang kerap berjalan berdampingan, yakni madrasah dan keluarga.
Melalui simulasi tersebut, santri berlatih menghadapi pertanyaan, merangkai jawaban, dan menjaga sikap selama wawancara berlangsung. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena kemampuan berbahasa tidak berhenti pada ketepatan tata bahasa, tetapi juga mencakup keberanian berbicara, kemampuan memahami lawan bicara, dan kecakapan menempatkan diri dalam situasi formal.


Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Ustadz Teguh Pambudi Agung, M.Pd., memandang pembelajaran semacam ini sebagai langkah untuk mendekatkan pengalaman belajar dengan kebutuhan kehidupan nyata.
“Pembelajaran bahasa Inggris perlu memberi kesempatan kepada santri untuk menggunakannya secara langsung. Melalui kegiatan seperti Job Fair, mereka belajar membangun kepercayaan diri, berkomunikasi dengan baik, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal yang terus berkembang, bukan hanya selama berada di madrasah, tetapi juga ketika mereka melangkah ke dunia yang lebih luas,” ungkapnya.
Keterlibatan wali santri juga memberi makna tersendiri. Mereka tidak hanya menyaksikan proses pendidikan, tetapi ikut mengambil bagian dalam pengalaman belajar ananda. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berkesan dapat tumbuh ketika madrasah dan keluarga berjalan bersama dalam mendampingi perkembangan santri.
Melalui English Project: Job Fair, MA Sains Bina Insan Kamil Tuban menghadirkan bahasa Inggris sebagai keterampilan yang dekat dengan kehidupan. Santri belajar bahwa mempersiapkan masa depan tidak cukup dengan memiliki cita-cita; mereka juga perlu berlatih menyampaikan kemampuan, berani mengambil kesempatan, dan terus mengembangkan diri.
Sebab, sebelum benar-benar memasuki dunia kerja, ada keberanian yang perlu dibangun sejak sekarang: keberanian untuk berbicara, mencoba, dan menunjukkan potensi diri.
Learning English Today, Leading Tomorrow! (f)


Tinggalkan Balasan