JOTA-JOTI 2026 Jadi Ruang Belajar Baru bagi Perwakilan MA Sains Bina Insan Kamil Tuban

TUBAN — Riuh kegiatan kepramukaan di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, pada 17–18 Oktober 2026, menjadi ruang bagi para anggota Pramuka untuk saling terhubung, bertukar pengalaman, dan memperluas wawasan. Di antara peserta yang hadir, Muhammad Ilham Athoillah I. membawa nama MA Sains Bina Insan Kamil Tuban sekaligus Kementerian Agama Kabupaten Tuban dalam kegiatan Jamboree on the Air–Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) 2026.

Keikutsertaan Ilham bukan sekadar kehadiran dalam agenda kepramukaan. JOTA-JOTI mempertemukan semangat Pramuka dengan perkembangan teknologi komunikasi. Melalui kegiatan ini, peserta memiliki kesempatan untuk mengenal cara berkomunikasi dengan sesama anggota Pramuka dari berbagai wilayah, memperluas jejaring pertemanan, serta mengasah keterampilan beradaptasi di tengah perkembangan dunia digital.

Bagi madrasah, pengalaman semacam ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui perjumpaan, pengalaman langsung, dan keterlibatan dalam kegiatan di luar madrasah. Santri mendapat kesempatan untuk belajar mengambil peran, membangun kepercayaan diri, dan membawa nilai-nilai yang dipelajari ke lingkungan yang lebih luas.

Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Teguh Pambudi Agung, M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi santri dalam kegiatan kepramukaan menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus membentuk karakter.

“Santri perlu mendapatkan pengalaman yang membuat mereka berani mengambil peran, mampu berkomunikasi dengan baik, dan terbuka terhadap perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti JOTA-JOTI, kami berharap santri tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya menjaga akhlak ketika berinteraksi dengan orang lain,” ungkapnya.

JOTA-JOTI 2026 juga menjadi pengingat bahwa kecakapan generasi muda tidak cukup diukur dari penguasaan ilmu pengetahuan. Kemampuan menjalin komunikasi, bekerja bersama, dan menggunakan teknologi secara bijak turut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Partisipasi Muhammad Ilham Athoillah I. diharapkan dapat menjadi pengalaman yang bermakna, baik bagi dirinya maupun bagi lingkungan madrasah. Dari kegiatan kepramukaan ini, semangat belajar dibawa melampaui batas kelas, sementara nilai kedisiplinan, persaudaraan, dan tanggung jawab tetap menjadi pegangan.

MA Sains Bina Insan Kamil Tuban terus mendukung keterlibatan santri dalam berbagai kegiatan yang memberi ruang bagi tumbuhnya potensi, karakter, dan wawasan. Sebab, menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, melainkan juga tentang nilai-nilai yang dibawanya dalam setiap langkah. (f)