Santri MA Sains Bina Insan Kamil Tuban Mengenal Dunia Perguruan Tinggi di Universitas Brawijaya dan UIN Malang

TUBAN — Sebuah perjalanan pendidikan tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Kadang, ia tumbuh dari rasa ingin tahu yang dibawa keluar dari sekolah, dari langkah yang sengaja diarahkan untuk melihat lebih dekat seperti apa dunia yang kelak akan dimasuki.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Studi Kampus Santri Kelas XI–XII MA Sains Bina Insan Kamil Tuban yang dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026. Perjalanan yang dimulai sejak dini hari ini menjadi bagian dari upaya madrasah memperluas wawasan santri melalui pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan madrasah.

Rombongan berangkat pada pukul 02.30 WIB dari titik kumpul KB/TK Insan Kamil Tuban. Tiga destinasi menjadi tujuan utama perjalanan, yakni Universitas Brawijaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan BNS Batu.

Universitas Brawijaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal lebih dekat kehidupan perguruan tinggi. Bukan sekadar melihat gedung dan lingkungan kampus, kunjungan ini menjadi kesempatan bagi santri untuk memperoleh gambaran mengenai dunia perkuliahan, lingkungan akademik, serta berbagai kemungkinan pendidikan yang dapat mereka tempuh setelah menyelesaikan pendidikan di madrasah.

Bagi santri kelas XI dan XII, pengalaman semacam ini menjadi penting karena masa depan yang selama ini dibicarakan di dalam kelas mulai dapat mereka lihat dalam bentuk yang lebih nyata. Kampus tidak lagi sekadar nama yang tercantum dalam daftar perguruan tinggi, tetapi menjadi ruang yang dapat mereka bayangkan sebagai salah satu tujuan perjalanan pendidikan mereka.

Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Ustadz Teguh Pambudi Agung, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan studi kampus diharapkan dapat membuka wawasan santri sekaligus menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Melalui studi kampus ini, kami ingin santri memiliki gambaran yang lebih nyata tentang dunia perguruan tinggi. Harapannya, pengalaman yang mereka dapatkan hari ini dapat menumbuhkan motivasi, memperluas wawasan, dan mendorong mereka untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak sekarang,” ujar Ustadz Teguh Pambudi Agung, M.Pd.

Setelah memperoleh pengalaman akademik di lingkungan perguruan tinggi, perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke BNS Batu. Destinasi tersebut memberikan suasana berbeda dalam rangkaian kegiatan, sehingga perjalanan tidak hanya menghadirkan pengalaman edukatif, tetapi juga ruang bagi santri untuk menikmati kebersamaan dan membangun pengalaman bersama teman-teman.

Lebih dari sekadar perjalanan menuju tiga destinasi, Studi Kampus Santri Kelas XI–XII MA Sains Bina Insan Kamil Tuban menjadi bagian dari proses menorehkan pengalaman yang dapat dibawa pulang ke madrasah. Dari perjalanan dini hari, lingkungan kampus, hingga suasana kebersamaan di akhir kegiatan, setiap pengalaman menjadi bagian dari proses santri dalam mengenali pilihan pendidikan dan membangun pandangan tentang masa depan.

Sebab, mengenal masa depan tidak selalu harus menunggu sampai tiba waktunya. Terkadang, langkah pertama cukup dimulai dengan berani melihatnya lebih dekat. (f)