TUBAN — Kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan upacara dan barisan yang rapi. Di MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, semangat kemerdekaan dihidupkan melalui kreativitas, kompetisi, tawa, dan kebersamaan dalam rangkaian Semarak Kemerdekaan Indonesia ke-81 yang diselenggarakan oleh OSIS MA Sains Bina Insan Kamil Tuban.
Mengusung semangat “Mari Meriahkan Kemerdekaan!”, kegiatan berlangsung selama tiga hari, 13–15 Agustus 2026. OSIS menyiapkan beragam kegiatan yang tidak hanya menghadirkan permainan, tetapi juga memberi ruang bagi santri untuk menunjukkan pengetahuan, kreativitas, kemampuan seni, ketangkasan, dan kerja sama.
Hari pertama, Kamis (13/8), dibuka dengan tiga perlombaan, yakni Rangking 1, Swing Ball Challenge, dan Fish Rush. Ketiganya menghadirkan tantangan yang berbeda, mulai dari menguji pengetahuan hingga kecepatan dan ketangkasan peserta.

Kemeriahan berlanjut pada Jumat (14/8) melalui Swarantara dan Jejak Sang Saka. Swarantara menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam paduan suara, sementara Jejak Sang Saka menghadirkan kreativitas seni peran melalui pertunjukan drama bertema perjuangan dan kemerdekaan.

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (15/8) melalui Balon Bucket Challenge, Oper Bola Berantai, Tarik Tambang, dan Nyunggi Tampah. Berbeda dari dua hari sebelumnya, rangkaian kegiatan pada hari terakhir turut mengajak para asatidz dan POTS (Paguyuban Orang Tua Santri) untuk berpartisipasi.
Kehadiran para asatidz dan orang tua santri membuat suasana semakin meriah. Lapangan tidak hanya menjadi tempat para santri berkompetisi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan seluruh keluarga besar madrasah dalam suasana yang lebih cair dan penuh kegembiraan.

Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Teguh Pambudi Agung, M.Pd., menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan di lingkungan madrasah bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan nilai kebersamaan di kalangan santri.
“Semarak kemerdekaan ini kami harapkan tidak berhenti pada kemeriahan lombanya saja. Ada kebersamaan, sportivitas, keberanian, dan rasa memiliki yang ingin kami tumbuhkan melalui kegiatan ini. Anak-anak belajar bahwa merayakan kemerdekaan juga bisa dilakukan dengan berkarya, berkompetisi secara sehat, dan saling menghargai,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan yang digagas dan dilaksanakan oleh OSIS tersebut menjadi cara MA Sains Bina Insan Kamil Tuban menghadirkan perayaan kemerdekaan dengan berbagai warna. Ada pengetahuan dalam Rangking 1, ketangkasan dalam berbagai permainan, seni dalam Swarantara dan Jejak Sang Saka, hingga kebersamaan yang semakin terasa ketika santri, asatidz, dan orang tua bertemu dalam satu rangkaian perayaan.
Tiga hari perayaan pun tidak sekadar menjadi jeda dari rutinitas pembelajaran. Di balik suara paduan suara, panggung drama, riuh permainan, dan sorak-sorai di lapangan, terselip satu pesan sederhana: kemerdekaan akan terasa lebih berarti ketika dirayakan bersama. (f)


Tinggalkan Balasan