
Tuban, 17 Oktober 2026 — Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dilakukan ketika tubuh mulai sakit. Kesadaran untuk mengenali risiko penyakit dan mencegahnya sejak dini perlu tumbuh sebagai bagian dari keseharian, termasuk di kalangan remaja. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Sosialisasi di MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Sabtu (17/10).
Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas X Ibnu Zuhri dan XI Al Battani dengan membawa edukasi kesehatan yang berfokus pada dua persoalan, yakni pencegahan diabetes sejak remaja dan demam berdarah dengue (DBD). Kedua tema tersebut mengajak santri memahami bahwa menjaga kesehatan membutuhkan pengetahuan sekaligus kebiasaan yang diterapkan secara konsisten.
Melalui tema “Cegah Diabetes Sejak Remaja”, santri diajak mengenali pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda. Kebiasaan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, aktif bergerak, dan memperhatikan pola hidup menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko diabetes. Edukasi ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan penyakit tidak harus menunggu seseorang memasuki usia dewasa.
Sementara itu, edukasi mengenai DBD mengingatkan santri akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat dicegah melalui pemberantasan sarang nyamuk, antara lain dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Dua tema tersebut menghadirkan sudut pandang yang saling melengkapi. Pencegahan diabetes berkaitan erat dengan kebiasaan hidup sehat, sedangkan pencegahan DBD menuntut perhatian terhadap kondisi lingkungan. Keduanya menempatkan santri sebagai bagian penting dari upaya menjaga kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan tempat mereka beraktivitas.


Kepala MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, Teguh Pambudi Agung, M.Pd., menyambut baik kegiatan edukasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman belajar santri. Menurutnya, pengetahuan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari perlu mendapat ruang dalam proses pendidikan.
“Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu di kelas, tetapi juga bagaimana santri mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui edukasi kesehatan ini, kami berharap santri semakin memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat dan ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Bagi MA Sains Bina Insan Kamil Tuban, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk memperluas pembelajaran di luar materi akademik. Pengetahuan kesehatan memiliki manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari karena dapat membantu santri lebih peka terhadap kebiasaan yang perlu diperbaiki dan lingkungan yang perlu dijaga.
Melalui kolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan IIKNU Tuban, diharapkan kesadaran kesehatan tumbuh bukan sekadar sebagai pengetahuan yang diingat, melainkan menjadi kebiasaan yang dijalankan. Sebab, upaya mencegah penyakit akan lebih bermakna ketika dimulai dari diri sendiri dan dilakukan bersama-sama. (f)


Tinggalkan Balasan